Kamis, 17 November 2016

SEJARAH PUNX

Sejarah Punk Indonesia tidak bisa dilepaskan dari nama Band Marjinal. Grup musik yang bernaung di bawah Komunitas Taring Babi ini adalah ‘dedengkot’ band Punk di Indonesia. Sejak berdiri tahun 1997, Marjinal sudah beberapa kali berganti personel. Salah satu personel yang hingga kini masih bertahan adalah Boy. Memainkan instrumen Akordion, Boy bergabung dengan Marjinal sekira 5-6 tahun silam.
Meski berstatus anak band, aliran keras pula, Boy ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi. Ya, Boy yang nama lengkapnya Petrus Djeke adalah seorang sarjana hukum lulusan Universitas Janabadra, Yogyakarta.
Di kampus yang terletak di jalan Mataram itu, Boy mengambil program kekhususan hukum perdata. Dia kuliah selama enam tahun, sejak tahun 2001 hingga 2007.
“Skripsi gue dulu tentang fidusia,” tutur pemain alat musik Akordion itu kepada hukumonline usai tampil di perayaan ulang tahun Komisi Yudisial (KY) ke-9, Rabu pekan lalu (28/8).
Dikatakan Boy, kuliah di fakultas hukum sebenarnya bukan pilihan hatinya. “Itu bukan pilihan gue juga. Itu karena pilihan orangtua saja,” ujarnya santai.
Ketika di bangku kuliah, Boy mulai memendam rasa kesal terhadap perilaku aparat penegak hukum. Kebetulan saat itu, ia bergabung sebagai aktivis mahasiswa di Front Mahasiswa Nasional (FMN). “Ketika gue kuliah dan berogranisasi gue anggap mereka (penegak hukum, red) omong kosong semua,” tuturnya.
Inilah salah satu alasan mengapa ia masih enggan berkiprah di bidang hukum pasca lulus kuliah. “Mungkin sejak itu, gue melihat penegak hukum kita bobrok,” ujar Boy.
Tidak lama setelah lulus kuliah, Boy bertemu dan kemudian bergabung dengan Komunitas Taring Babi. Di komunitas yang bermarkas di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ini, Boy menemukan kembali semangatnya yang sempat pudar.
“Gue berpikir ketika gue bertemu dengan Komunitas Taring babi atau Band Marjinal, ternyata mereka lebih fokus ke masyarakat menengah ke bawah, ke masyarakat marjinal,” ujarnya.
Band Marjinal memang sudah terbentuk jauh sebelum Boy lulus, sekitar tahun 1997. Kala itu, Band ini masih menggunakan nama AA (Anti ABRI) dan AM (Anti Millitary). Formasi awal Band ini adalah Romi Jahat (vokalis), Mike (gitar), Bob (bass) dan Steven (drum).
Pada 2001, Band Punk ini akhirnnya menggunakan nama Marjinal. Mike, gitaris yang beralih posisi menjadi vokalis hingga sekarang, terinspirasi dengan perjuangan buruh perempuan Marsinah. Marjinal pun menelurkan sebuah lagu berjudul ‘Marsinah’.
Lagu-lagu Marjinal banyak mengandung kritik-kritik sosial. Misalnya, lagu yang berjudul ‘Hukum Rimba’ yang mengkritik habis penegakan hukum di Indonesia. Atau ketika Marjinal mengaransemen lagu yang sangat populer dalam demonstrasi 1998, ‘Aparat K**a**t’ ke dalam musik punk. Ini yang membuat aktivis mahasiswa seperti Boy sangat dekat dengan Marjinal.
Boy memang mengaku sudah sangat nyaman berkiprah di Band Marjinal dan Komunitas Taring Babi. Namun, dia mengaku masih memendam asa suatu saat bisa memanfaatkan ilmu hukumnya untuk tujuan yang sama dengan yang dilakukannya sekarang, membela kaum marjinal.
“Tertarik juga sih ke LBH karena orientasi mereka juga membela masyarakat bawah. Tapi, belum ada planning. Berjalan saja,” pungkasnya

profil marjinal

Profil Dan Fakta Terselubung Dari Band Marjinal

  Komunitas Marjinal lahir tidak lepas dari kondisi masyarakat yang tertindas. Dan perlu diketahui bahwa Marjinal tidaklah sebuah group band (walaupun rockstar semuanya) tetapi Marjinal lebih mengaktualisasikan dirinya debagai komunitas.
Marjinal juga terkenal sebagai Taring Babi, AFRA (Anti Fasis Anti Rasis), dan Tempe Quality. Ini mempunyai arti bahwa mereka ingin menghancurkan system kepakeman yang berlaku sekarang ini. Marjinal adalah komunitas yang terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut melawan penindasaan dengan acara yang independen, kreatif, dan adil.
Kegiatan
Selain bermusik, Marjinal juga terlibat aktif dalam gerakaan perlawanan terhadap system yang menghegemoni. Marjinal sering melakukan pengorginisiran dan bekerja sama dengan komunitas yang lain. Marjinal juga melakukan perlawanan lewat graffiti, cukil, sablun, emblem, pin, dan rumah komunitas marjinal selain sebagai ‘home base’ juga sebagai media pendidikan dan distro.
Band yang tidak hanya bermusik ini, lirik-lirik yang tersajikan berbau politik. Mengiklankan sebuah emansipasi dan kritik terhadap negeri tercintanya, Indonesia. Baca deh lirik lagu Negri Ngeri:
Lihatlah negeri kita
Yang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luas
Samudera biru

Tapi lihatlah negeri kita
Yang tinggal hanyalah cerita
Cerita dan cerita, terus cerita…

Chorus:

Pengangguran merebak luas
Kemiskinan merajalela
Pedagang kaki lima tergusur teraniaya

Bocah-bocah kecil merintih
Menghabiskan waktu di jalanan
Buruh kerap dihadapi penderitaan

Inilah negeri kita
Alamnya kelam tiada berbintang
Dari derita dan derita menderita…

Sampai kapankah derita ini
Yang kaya darah dan air mata
Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus
Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus


Selasa, 15 November 2016

SEJARAH REVENGE THE FATE

AWAL MULA

             Unit deathcore asal bandung ini dibentuk pada tanggal 5 Juli 2009, yang saat ini dengan formasi
- Anggi (vokal),
- Sona (Bass/Vokal),
- Cikhal (Gitar) dan
- Zacki (Drum).
 Nama ‘Revenge The Fate’ memiliki filosofi tentang ambisi untuk mengubah nasib buruk menjadi lebih baik. Pada bulan Desember 2010 band ini merilis album demo dengan lima lagu :
- Ambisi, 
-Poseidon
-All Broke By Hate, 
-The End of My Heart, dan
-Departure of Assiah.
 Pada 2011 RTF merilis "The End of My Heart" versi akustik, dan single terakhir mereka sebelum merilis album debut mereka adalah Damascus.
Pada awalnya Revenge The Fate (sebelumnya bernama Angel Rebel) adalah band proyek yang diciptakan Sona, dengan personil :
- Sona (Gitar, Vokal),
- Thom (Vokal), 
-Sandy (Gitar),
- Gan Gan (Bass) dan
- Dany (Drum).
 Kemudian Dany resign dari band karena punya band lain. Sandy juga mengundurkan diri dan kemudian diganti dengan Ikhsan. Di formasi kedua Sona menggundang Anggi yang pada awalnya bermain sebagai drummer.  Saat Angel Rebel berjalan dalam 2 bulan, Sona memecat Gan Gan karena dia tidak serius dalam band.
 Di formasi ketiga, Angel Rebel mengganti nama menjadi Revenge The Fate, dan di saat-saat itu Revenge The Fate punya banyak acara dan para personil bersemangat untuk memajukan band ini. Tetapi band ini hampir berada di ambang kehancuran saat Ikhsan dan Thom mengundurkan diri. Formasi keempat, Sona bertemu dengan Cikhal (Ex Jersey Holiday) mengisi gitar, dan Zacky (yang juga ex personil Jersey Holiday) akhirnya datang mengisi Drum, untuk menggantikan Anggi yang beralih menjadi vokalis. Setelah ditinggal Richi (Gitar),
 formasi terakhir Revenge The Fate :
- Anggi (vokal),
- Sona (Bass/Vokal), 
-Cikhal (Gitar) dan
- Zacki (Drum), hingga sekarang.




Pada awalnya, Revenge The Fate memiliki 5 personil yang solid, namun hal tersebut harus terpatahkan. Beberapa waktu lalu Richi resmi keluar dari Band. Berita tersebut dikabarkan secara resmi melalui RTF TV - Episode 2 yang diunggah melalui akun youtube Revenge The Fate, dengan judul "Berawal Dan Berakhir".  Terlihat di RTF TV episode 2 tersebut cuplikan dimana mereka perform terakhir bersama Richi di sebuah gigs yang digelar di Cicalengka, dimana daerah tersebut Revenge The Fate dilahirkan. Alasan Richi memilih keluar dari tubuh Revenge The Fate dikarena suatu alasan kesibukan kerja. Saat ini Band yang kabarnya akan merilis album perdana bertajuk "Redemption" tahun ini, belum mendapat penggantinya, dan sekarang hanya diperkuat oleh 4 orang, Anggi, Sona, Cikhal, dan Zacky. Unit Deathcore / Post Hardcore yang akan menginjak umur 5 tahun pada 5 juli mendatang, mengumumkan melalui akun resmi twitter dan facebook, bahwa saat ini Revenge The Fate sedang mencari seorang gitaris. Namun sampai saat ini mereka belum memberi kabar lengkap tentang pencarian gitaris tersebut.

REVENGE THE FATE launching album


Setelah penantian yang cukup memakan waktu lama, akhirnya album perdana Revenge The Fate "Redemption" siap dirilis. Bulan Ramadhan kali ini dipilih sebagai momen yang tepat untuk peluncuran "Redemption", yakni pada 10 Juli mendatang melalui Beholder Records. Dari akun twitter @REVENGETHEFATE mengatakan : "Hal yang pengaruhi lambatnya proses garap album "Redemption" adalah jadwal performRevenge The Fate yang lumayan padat dari 2 tahun kemarin sampe sekarang," menjelaskan mengapa proses penggarapan album ini memakan waktu sampai kurang lebih 3 tahun. "Sisanya yang bikin alot juga revisi-revisi di tiap lagu, dengan maksud kita untuk semaksimal mungkin bisa tampil beda pada scenemusik Deathcore," tambahnya.
Tidak tanggung-tanggung, band yang baru ditinggal keluar oleh salahsatu gitarisnya, Richi pada awal tahun 2014 lalu, dalam album perdananya ini akan memasukan 14 lagu yang siap menendang telinga para pendengar dengan musik deathcore yang sarat akan simfoniknya. 8 Juni lalu, band yang sekarang beranggotakan Anggi (vokal), Zacky (drum), Cikhal (gitar), Sona (bass) mempublikasikan sebuah lagu cover milik Pas Band dengan lagunya yang berjudul 'Jengah'. Namun lagu tersebut tidak termasuk dalam album ini, melainkan dipublikasikannya lagu cover tersebut hanyalah untuk sebagai bayangan, kira-kira materi album "Redemption" akan seperti itu.


Revenge The Fate memberikan rincian lengkap album Redemption lewat video full album teaser di YouTube resmi band hari Rabu 25 Juni 2014. Album ini menampilkan total 14 lagu yang ditetapkan rilis pada tanggal 5 Juli 2014 di Beholder Store Bandung, Jl. Surapati No. 235A Ruko PME, Bandung. Tanpa perlu menunggu lama. Redemption sudah dapat dipesan sekarang juga. Spesialnya, album bakal dirilis dalam bentuk box set dengan edisi sangat terbatas. Respons baik diberikan oleh “Colony” (sebutan untuk penggemar Revenge The Fate) yang terbukti dari 2000 pcs boxest album ini ludes terjual dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Jumlah Colony pun tergolong cukup masif yang terhitung dari jumlah like di Facebook Revenge The Fate yang mencapai angka 262.143 pada tanggal 20 Juli 2014.
Pesta peluncuran albumnya sendiri, akan dilaksanakan 7 September 2014 mendatang yang berlokasi di Lapangan Disjas Baros, Cimahi. Acara yang digagas oleh Hellprint ini juga akan dimeriahkan oleh 
BURGERKILL

, JASAD
 
, BILLFOLD
, ROSEMARY
, INJECTED
, NEMESIS
, HUMILIATION
 dan masih banyak lagi.
 Di pesta peluncuran ini, kabarnya Revenge The Fate juga akan berkolaborasi bersama Yukie (Pas Band) di lagu "Jengah" milik Pas Band.

Sabtu, 12 November 2016

perbedaan ska dan reggae

perbedaan reggae dan ska . beserta artis-artis nya di indonesia


1.) Reggae
yang pertama adalah reggae, apakah kalian tau asal muasal musik reggae?? Reggae adalah suatu aliran musik yang awalnya dikembangkan di Jamaika pada akhir era 60-an. Sekalipun kerap digunakan secara luas untuk menyebut hampir segala jenis musik Jamaika, istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.
Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat atau sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki tempo lebih lambat daripada ska maupun rocksteady. Biasanya dalam reggae terdapat aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya "ketukan ketiga" tersebut, selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut secara terpisah.
Artis Reggae indonesia:
 -Tony q rastafara
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSC7j-xcPEy_qn2HdI-Rx2UXZcn7Bh8-rlmO-GAvLH3hq-4AUm1TQ
-Souljah
-Ras Muhammad
-alm Mbah surip 
dan masih banyak lagi
5) Ska
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR8eguumu0nmcz4wAEvIcQhSPabDn9dcfsFkL-CeJWE_g040t_7LA
Ska (pengucapan bahasa Inggris: [ˈskɑː], Kreol Jamaika Templat:IPA-endia) adalah genre musik yang berasal di Jamaika pada akhir 1950-an, dan merupakan pendahulurocksteady dan reggae.[1] Ska menggabungkan unsur-unsur musik mento dan musik kalipso dari Karibia dengan jazz dan rhythm and blues dari Amerika Serikat. Ciri khas musik ini adalah jalur bass berjalan dengan aksentuasi pada ritme upbeat. Pada awal 1960-an, ska adalah genre musik yang dominan di Jamaika dan popular di kalangan paramod di Britania Raya. Musik ini kemudian populer di kalangan skinhead.
Sejarah ska umumnya dibagi menjadi tiga periode: ska asli Jamaika dari tahun 1960-an (gelombang pertama), kebangkitan ska 2 Tone Inggris pada akhir 1970-an (gelombang kedua), dan gerakan ska gelombang ketiga yang dimulai pada 1980-an, dan meraih kepopuleran di Amerika Serikat pada 1990-an.
Ska
Sumber aliran
Mento dan musik kalipso Jamaika;jazz dan rhythm and bluesAmerika Serikat
Sumber kebudayaan
Jamaika akhir 1950-an
Alat musikyang biasa digunakan
gitar, gitar bas, trompet, trombon,saksofon, piano, drum, organ
Popularitas arus utama
Puncak kepopuleran awal 1960-an; populer secara meluas di Jamaika & dikenal di Britania Raya; muncul kembali pada 1970-an/1980-an di Britania Raya dan akhir 1990-an di Amerika Utara
Bentuk turunan
rocksteady, reggae
Artis Ska diindonesia:
-Tipe-X

sejarah ska dunia

   Untuk mempelajari suatu bentuk musik, kita harus sejarah music tersebut. Begitu halnya dengan asal-usul musik Ska, dan tragedi Perang Dunia II yang mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh sebelum masa PD II dan terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan, Inggris memberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial.

LAHIRNYA SKA
    Pada tahun 1962 Jamaika membentuk pemerintahan sendiri meskipun masih tetap sebagai negara persemakmuran. Budaya Jamaika dan musiknya mulai terefleksi dalam optimisme baru dan aspirasi rakyat yang liberal. Sejak tahun 40`an Jamaika telah mengadopsi dan mengadaptasi berbagai bentuk musik dari Amerika, yang waktu itu ngetrend dengan jazz dan irama rhythm & Blues nya. Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika membawa pola permainan musik tersebut ke daerah asalnya. Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50`an adalah Duke Reid & Clement Seymour Dodd. Sepanjang akhir dekade, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam bisnis musik Jamaika, karena mempunyai peran penting dalam perkembangan musik di Jamaika, Reid dianugerahi sebagai `King of sound & blues` di Success Club (acara penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958. Saat tahun 1962, di mana Jamaika sedang gandrung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenal dengan nama `Prince Buster`, tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan ketukan. Hingga pada periode itu ketukan upbeat menjadi esensi dari singkup (penukaran irama) khas Jamaika, dan Ska pun lahir. Ernest Ranglin mengklaim bahwa istilah Ska diciptakan oleh musisi untuk menyebut suara petikan gitar yang digaruk, "Skat! Skat! Skat!” Menurut penjelasan lainnya, dalam sesi rekaman tahun 1959 di bawah produser Coxsone Dodd, pemain dobel bass Cluett Johnson menginstruksikan kepada gitaris Ranglin untuk memainkannya seperti “ska, ska, ska".

PERKEMBANGAN SKA
    Definisi Ska adalah campuran antara musik Jamaika yang digabungkan dengan sedikit sentuhan musik modern, menjadikannya musik yang dapat memacu kaki kita untuk terus bergoyang mengikuti irama cheers up. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik Ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identitas kelompok yang dinamakan `Rude Boy` (sebuah trend di kalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal tahun 40`an). Gaya dansa Ska dari para Rude Boy memiliki ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan `Scofflaws` (orang-orang yang selalu menentang hukum) dan dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy yaitu dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki).
    Pada Medio 60an, Prince Buster akhirnya menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy yaitu Judge Dread. Lagu "007 Shanty Town" yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam mendokumentasikan perilaku Rude Boy ke dalam sebuah lagu (berhasil memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts). Tema Rude Boy masih mendominasi sepanjang periode Ska, dan popularitasnya memuncak sepanjang musim panas tahun 1964. Beat Ska menjadi lebih lambat dan Rocksteady pun terlahir. Gelombang Ska pertama berakhir pada tahun 1968 (Rocksteady adalah bagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan musik Reggae (Asal Usul Reggae dapat dibaca di PRAISE 19).
    Memasuki gelombang kedua, sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah Ska lainnya. Di tahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas kepada para imigran yang berasal dari negara-negara persemakmurannya, kerusuhan ras pun terjadi. Di saat itu musik Ska & Reggae sedang populer. Pada tahun 70`an, imej Rude Boy diperbaharui dan ter-ekspresi dalam penggabungan 2 jenis musik yang masih tergolong baru di Inggris yaitu Reggae & Punk seperti yang dilakukan The Clash dalam lagu “Rudie can`t fail”. Antara pertengahan hingga akhir tahun 70`an, band seperti The Coventry Automatics memilih untuk memainkan Ska ketimbang Reggae karena menurut Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik Ska lebih mudah dan gampang. The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The Specials AKA, kemudian berubah lagi menjadi The Specials. Selanjutnya pada tahun 1979, Jerry Dammers mendirikan 2 Tone Records. Keinginan Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60`an yaitu menciptakan sesuatu yang baru. Hitam dan putih menjadi symbol, kemudian Lahirlah yang dinamakan dengan 2 Tone Ska. Logo 2 Tone yaitu gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi `pork pie`, kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu `Loafers` hitam menjadi logo resmi yang karakternya diberi nama `Walt Jabsco` (diambil dari nama Walt Disney, pendiri film kartun dan Jabsco berarti ganja dalam bahasa akal latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat dilihat pada cover album `The Wailing Wailer Studio One Realease`. Pada saat kerusuhan ras sedang terjadi dan organisasi rasis `National Front` sedang bertumbuh pesat, pakaian hitam putih dan band yang anggotanya terdiri dari multi ras, mengetengahkan lagu-lagu yang bertemakan `Unity` karena di saat itu negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. Sama halnya dengan musik Ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat itu terefleksi ke dalam lirik lagu, seperti "Racist Friend" yang dipopulerkan oleh The Specials. Band-band seperti Madness, The Beat, dan The Selecter membuat Ska menjadi sesuatu yang segar dengan mengolah nomor-nomor Ska klasik dari Prince Buster (Roughrider, Madness, Too hot, dll).